Merpati
Putih adalah Perguruan Pencak Silat yang ilmiah, tidak ada mantra dan klenik.
Semua realitas dan logis. Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan
benda-benda keras seperti kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dsb. didapat
dari zat yang disebut Adenose Triposphat (ATP).
Setiap saat kita melakukan suatu kegiatan yang tidak kita
sadari yaitu bernapas. Menghirup napas bisa dikatakan sebagai usaha
membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan oksigen (zat asam),
sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi dan menimbulkan
panas atau energi.
Dalam teori listrik, kekurangan satu elektron dari satu atom
akan menimbulkan gaya listrik. Ketika kita menghirup napas yang kemudian
ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam. Pada saat berlangsung
kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif untuk membantu
mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tadi. Zat ini dikenal sebagai Adenose
Triposphat atau disingkat ATP. Tenaga yang ditimbulkan ATP ini adalah 5 kali
tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu sendiri.
Untuk mendapatkan ATP diperlukan syarat-syarat, seperti
penegangan otot, kemudian digabungkan dengan kemampuan psikis dan biologis.
Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat maka akan timbul getaran. Getaran
bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal ciri-cirinya. Teknik getaran
inilah yang dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda keras
seperti balok es, batang pompa dragon,
beton cor, kikir atau per mobil.
Dengan mengirim getaran lewat
tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan
dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada
dalam keadaan labil, maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini
bukan kekuatan tetapi momentum pukulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar