Laman

Sabtu, 11 April 2015

Pendakian Perdana (Merbabu)



"Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan,Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut." Wikipedia

setelah sekian lama ga nulis di blog akhirnya saya nulis lagi,ketularan teman teman saya yang lagi pada ngeblog huehue. saya menilis ini diantara hiruk pikuk ujian tengah semester 2, Di depan gedung Akademik, sambil mengerjakan tugas dari dosen tercinta. dibawah rintik hujan kala waktu itu.Dan dilanjutkan di kamar kos daerah klebengan, Sleman Yogyakarta heuheu kita mulai langsung yuk :)

Teman saya bernama Nabhan dan Fahmi mengajakku untuk mendaki yang pertama kalinya, dan gunung yang dituju adalah Merbabu dengan ketinggian 3145 Mdpl via wekas. Tak menunggu lama akupun langsung mengAcc nya. rencana kami agendakan setelah lebaran yaitu 11 Agustus 2013 bersama 2 teman yang lain yaitu avi dan isa jadi kami berlima. 



Pintu gerbang via wekas 


perjalanan dimulai dari kota kecil ku ditengah pulau jawa, ya Purwokerto tempatnya orang orang ngapak, yang terkenal dengan "DON'T RICH CAKE" aja kaya kue. kami memulai perjalanan setelah salat isya di rumah isa daerah Sokaraja. perjalanan yang gelap lama dan melelahkan tapi tak semelelahkan move on dari orang yang disukai muehhehe hidup didunia yang fana ini. ketika sampai di daerah Purworejo kami mengalami kecelakaan, salah satu teman bernama Nabhan entah sedang ngapain mungkin sedang galau ngantuk sehingga motor yang dikendarainya oleng dan terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Alhamdulillah tidak mengalami luka luka yang berarti, akhirnya setelah tragedi itu kami beristirahat dahulu di masjid sekitar tempat kecelakaan itu. setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju kopeng karena kami ndaki via wekas.



ini dia yang namanya Nabhan 



habis tragedi kita istirahat dulu 


Sekitar pukul 2 dinihari akhirnya kami sampai di basecamp, dan kamipun memutuskan untuk tidur beristirahat, adzan subuh pun berkumandang kami bangun dan bersiap untuk melakukan ibadah untuk memenuhi panggilan Tuhan yang Maha Esa. Setelah salat subuh kami pun mempacking ulang barang bawaan dan siap untuk mendaki. Yuuuhhuuuuu

ready to hike!! 

Jam sudah menunjukkan pukul 8 am , setelah semua siap kami pun memulai pendakian ini. Untuk pertama kalinya aku menjejakan kaki di ketinggian yang tak biasanya, di atas ribuan meter permukaan laut aku memulai sesuatu pengalaman, pengalaman yang membuat kaki lebih jauh dari biasanya, kepala yang lebih sering menengadah dari sebelumnya, mulut yang lebih sering berdoa dari biasanya... waah ga apal naskah ini korban 5cm maapkeuuun kami lebih mencintai alam dengan segala keindahan dan dengan segala kesederhanaan. Dalam perjalanan banyak sekali rintangannya, maklum beru pertama kali hueheu untuk menyesuaikan ritmenya memang agak susah diawal namun setelah berjalan berjam jam nafas sudah mulai stabil mungkin efek latihan merpati putih karena sudah “berkenalan” . disetiap perjalananpun kami sering beristirahat entah untuk minum, mengatur nafas, atau hanya sekedar untuk mengganjal perut. 


istirahat dulu bos 


uyeee 

cewe cewe greget nih bawanya carrier 

Nabhan sama avi lagi ngapain (?)



Kami berencana untuk membuat camp di pos 2 yang katanya banyak airnya tapi setelah kita sampai disana memang banyak airnya plus penunggunya yaitu monyet liar, awalnya takut tapi setelah tau mereka ga ganggu akhirnya yaaa tetep takut juga. Sekitar pukul 12 siang kami sudah sampai di pos 2. Memang perjalanan yang lama dibanding para pendaki yang lainya, karena kami kebanyakan istirahat heuheuhe. Setelah sampai kami membangun tenda dan membuat makan, setelah jadi kami pun menyantap makanan itu dangan lahapnya. Adzan ashar berkumandang entah dari mana, mungkin hanya sugesti heuhehe akirnya kami pun salat terlebih dahulu lalu matahari pun telah menuju keufuk barat, pemandangan yang istimewa. Melihat sunset diantara lembahan gunug sindoro dan sumbing diantara awan awan yang melayang epic sekalii nih fotonya. 



masak masak, mangan disit 

matahari terbenam diantara sindoro sumbing. di atas awan broh 






Selepas maghrib kamipun berhibernasi tidur untuk mengisi kembali energi yang sudah terkuras. Kami melanjutkan untuk summit atack pada pukul 3 dinihari namun pada kenyataannya ya tahu sendiri lah ngaret hahha, diperjalanan pun kami merasakan kendala yang menurutku itu berat, berjalan di udara yang dingin dan gelap sepi diantara sorotan senter senter dan taburan cahaya bintang malam. Gatau deh suhunya brapa drajat, aku dobelan 3 jaket ya memang jaket yang ga tebel sih heuheu, seperti pepatah orang jawa yang berbunyi “alon alon asal klakon” kami lebih sering beristirahat dibandingkan dengan berjalannya akhirnya kami sampai di puncak itu siang jam 12, bayangin heuehu tapi diperjalanan kami menikmatinya, melewati padang edelweis yang untuk pertama kalinya aku melihat secara langsung pohon yang menghasilkan bunga abadi namun para pendaki pemula seperti ku biasanya tangannya gatel akhirnya aku pun memetiknya untuk dibawa pulang tapi setelah tahu itu tidak boleh dipetik akhirnya ya tetep di bawa pulang heuheu, Cuma setelah tau aku ga pernah metik edelweis lagi kalo aku naik gunung. Jadi setiap ada yang nitip bawain edelweis selalu aku tolak maapin ya, demi tetap menjaga keindahan alam.



diantara edelweis 


bendera Merpati putih (KOMPAKS) 

sama isa nih 

edelweis everywhere 

Oh iya rombongan kami terpisah menjadi dua, aku isa dan nabhan sedangkan avi bersama fahmi, semua bekal dibawa rombongan fami dan isa, sehingga kami bertiga kahausan dan kelaparan heuheu saat istirahat kami pun menghampiri salah satu pendaki untuk membagikan sedikit minumnya kepada kami, akhirnya kami pun minum dengan senangnya, lalu tiba tiba mas mas yang tak tahu siapa namanya mengambil sebotol air mineral kosong kecil lalu di isi dengan air yang dibawanya di dalam hati” wah mau dikasih nih Alhamdulillah baik banget” eh si isa pun berpikiran sama seperti ku namun tiba tiba, “ mari mba mas duluan” kamvreet sekamvreet kamvreetnya php tingkat dewa, eh mungkin kami yang terlalu kegeeran terlalu berharap hahaha. Akhirnya setelah lama bersitirahat avi dan fahmi pun terlihat, perempuan istirahat dan yang laki laki mencari sumber air untuk merefil persediaan minum.




heuheuhe :# 

silau broh 

duh kacamatanyaa 

diatas awan hueheh 


sama bos nabhan 

avi sudah mulai lelah :3 


Setelah lama perjalanan kami pun samai dipuncak. Seperti pendaki pada umumnya dan wanita pada khusunya kami pun berfoto di puncak kentheng songo. kalau kata pepatah mah take nothing but picture 

merapi dari merbabu

kenteng songo




nabhan isa aku

kurang avi,dia lagi istirahat




hueheuhe
dia juga anak kompaks

nabil, nabhan isa

nabil fahmi isa

Setelah mengambil banyak foto kami pun pulang menuju pos 2 untuk mengambil barang barang, kami sampai di pos 2 sekitar pukul 4 sore melanjutkan perjalanan ke basecamp selepas maghrib. You know berjalan di gelap malam (lagi) posisi turun lagi, sedikit melengos bisa kepleset di perjalanan pulang banyak kejadian yang absurd banget kaya tiba tiba avi minta istirahat terus tidur, udah gitu susah dibangunin padahal angin udah bertiup kenceng banget eh pas bangun dia malah nanya” rini mana? Nadia? “ padahal kan kami Cuma berlima BERLIMA aku avi nabhan fahmi isa, ga ada yang namanya rini ataupun nadia dalem ati “apa sih ni orang serem amat, kenalan dimana lagi ni orang, bikin parno” akhirnya aku narik dia bangun, jadi selama turun aku sama dia terus megangin biar ga jatuh atau bahkan tidur lagi. Tapi posisis saat nggandeng dia itu lagi parno separno parnonya, bayangin nggandeng orang yang lagi “begitu” tapi sumpah itu pengalaman paling yoi selama ndaki hueheuh. Angin tambah kenceng di sekitar pos 1. Kami pun mempercepat langkah kaki kami. Sekitar pukul 10 malam kami pun sampai di bascemp, lalu bertemu dengan pendaki lainnya, disaat itu aku bertemu dengan pendaki yang gantengnya bukan main, buseeet mirip penyanyi yang lagunya gini “ biarkan aku menjaga perasaan ini woooo” malah lebih ganteng. Senyumnya aitu looh yang bikin ga nahan hehuehue tapi dia berencanaan ndaki malam ini “yah ga ketemu lagi, bentar amat ketemunya” eh saat kami mau tidur rombongan dia balik lagi lalu si fahmi bertanya “ loh mas ko balik lagi?” masnya jawab “iya nih mas, pos 1 ada badai, jadi kita balik lagi” memang Allah maha baik, maha pemurah hueheu akhirnya kami pun tidur hingga fajar tiba. Sebelum pulang ke Purwokerto kami pun membuat sarapan, sekitar pukul 9 pagi akhirnya kami melakukan perjalanan pulang, sampai di Purwokerto kira kira pukul 2 sore. 




sama adek adek asli merbabu 


ini juga sama adek adek asli merbabu 






salam dari saya :3







Tidak ada komentar:

Posting Komentar