Halo halo. Konichiwa
Haik, watashi no namaewa nabilla desu.
Jadi, kali ini aku mau cerita perjalanan dari bulan maret kalau
ga salah buat nyoba daftar exchange program ke jepang, yaitu Universitas Yamagata, sama seperti sebelumnya yang ke Russia, jadi daftar ini ya
iseng-iseng atau coba-coba modal nekat, dan didorong oleh kakak kakak dan teman
yang sudah ikutan program terlebih dahulu. Jadi ini pertama kalinya lab ku
“buka” buat exchange, jadi aku orang pertama yang exchange di lab ini, aku di
lab Forest Biodiversity Conservation & wildlife Management dan di supervise
oleh Enari Sensei.
Jadi pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan syarat,
syaratnya ga susah, Cuma ada 4 without toefl,
dadi tak gaske wae ya to? Cuma ngisi form gitu, cv, surat rekomendasi
sama transkrip, as simple as that. Lalu setelah itu dikasih jadwal buat
wawancara. Lalu pengumuman lewat email, itu pas bulan puasa pengumumannya
heuheue.
Setelah pengumuman, langsung disuruh melengkapi berkas, nah
iki sing rodo riweuh, karena disuruh check up, terus ngisi form macem macem
deh, in English of course. Lalu dikirim ada yang melalui pos ke Jepang dan ada yang via
email. Setelah itu menunggu CoE atau certificate of eligibility untuk ngurus
visa di Jakarta, membutuhkan biaya sekitar 525 ribu kalau ga salah. Dan mereka
ngirim CoE mepet sekali dan ada drama di OIA UGM haha. Jadi aku udah beli tiket
ke Jakarta tapi coe nya belum dateng, yang lain sampai ngebatalin tiket dan
mengganti di lain hari, tapi pas itu aku udah di stasiun, yowis lah budal ae.
Setelah pembuatan visa yang membutuhkan waktu lima hari
kerja, akhirnya visa jadi juga dan aku ambil di Jakarta. Oiya sebelumnya udah
dikasih pengumuman dikasih tau suruh berangkat kapan, aku langsung hunting
tiket dapetlah air asia dengan harga 1.9 juta tanpa bagasi dan makan yaa.
![]() |
| perjalanan ke jepang |
Setelah itu saya gumun dengan rumahnya, maklum
villager wkwkw, biasa kos 2 juta setahun eh ini sebulan 1.5 juta heuheu
Hamdallah. Tapi yo nganu, nabunge dadi sitik. Lalu setelah beres-beres dan
beristirahat, besoknya kami ke kampus, ngampuss boskuu. Karena dari jauh-jauh
hari udah janjian sama sensei ketemu jam 9 pagi karena doi mau melakukan bisnis
trip ke jepang selatan selama seminggu. Untung aku on-time, he he he first
impression kudu bagus dong. Setelah ketemu sensei, diajak muter lab dan
dikenalin dengan watashino tomodachi, pas masuk lab dikasih meja kerja sama kursi huheuhe
mantuulss bosku. Tapi di lab tidak ada wi-fi, aku sedih.
Dan sampai aku nulis ini udah hari ke empat, belum ada seminggu di jepang. Masih menyesuaikan untuk menghindari makanan yang bergelimang babi dan alkohol, menyesuaikan tradisi buang sampah yang harus dipisah antara plastik, tisu, botol plastic, kaleng dan lain lainnya, serta menyesuaikan bahasa yang sama sekali aku ga pernah belajar. Kerennya saat aku baru sampai di lab, mereka langsung nanyain aku ga boleh makan apa dan minum apa, dan dikirimin kanji, hiragana serta katakana dari babi, sake, alkohol, biar ga salah beli makanan heuhueue
![]() |
| kantong plastik untuk memisahkan sampah yang dibuang sesuai jadwal |
Dan sampai aku nulis ini udah hari ke empat, belum ada seminggu di jepang. Masih menyesuaikan untuk menghindari makanan yang bergelimang babi dan alkohol, menyesuaikan tradisi buang sampah yang harus dipisah antara plastik, tisu, botol plastic, kaleng dan lain lainnya, serta menyesuaikan bahasa yang sama sekali aku ga pernah belajar. Kerennya saat aku baru sampai di lab, mereka langsung nanyain aku ga boleh makan apa dan minum apa, dan dikirimin kanji, hiragana serta katakana dari babi, sake, alkohol, biar ga salah beli makanan heuhueue
Segitu dulu, akan ku sambung kapan-kapan.
mbuh kapane, pokoe kapan-kapan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar