Laman

Senin, 05 Desember 2016

Penelitian Bersama (Gunung Ungaran)

Setelah melakukan berbagai macam kegiatan, mulai dari pematerian hingga pengamatan lapangan, akhirnya KP3 FORESTATION FKT UGM mengadakan Penelitian Bersama atau biasa disebut PB. Kali ini PB dilakukan oleh berbagai elemen KP3 dari KP3 Primata, KP3 Burung, KP3 Herpetofauna, KP3 Wetland dan KP3 Ekowisata. Untuk KP3 Primata sendiri dibagi menjadi dua team, team pertama ada mba Tungga, Mas Marcel, Mas Riza dan Saya ( Nabilla), sedangkan untuk team kedua ada Hilal, Dewi, Mba Rina dan Mas Tafrican. PB kali ini dilakukan di Hutan Lindung Gunung Ungaran. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 6 februari 2016 hingga 14 februari 2016. Penelitian Bersama dilakukan di dua tempat, yaitu petak 8A dan 10A. Untuk 8A berlokasi di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan untuk lokasi 10A berada di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kedua hutan tersebut merupakan hutan lindung yang kawasannya masuk ke dalam kawasan hutan Perhutani.




            Pada penelitian bersama, dalam melakukan pengambilan data digunakan teknik line transect. Metode ini dilakukan dengan cara berjalan perlahan di sepanjang jalur (line) yang sudah diletakkan di dalam petak yang termasuk hutan Lindung di Gunung Ungaran. Terdapat 13 jalur pengamatan yang tersebar, 6 jalur pada petak 8A dan 7 jalur di petak 10 A. Jarak antar jalur sebesar 500 m dan panjang jalur 1 km. Namun pada kenyataannya dikarenakan medan dan topografi yang tidak sesuai dengan harapan maka kami memutuskan untuk mengubah teknik yang kami gunakan menjadi teknik recewalk.



            Pada hari pertama, kami melakukan survei lapangan pada pukul 5 hingga matahari terbenam. Saat survei kami menemukan seekor lutung jawa atau Trachypithecus auratus. Setelah itu kami kembali ke camp yaitu barak tentara yang berada pada Desa Kemawi. setelah sampai camp kami berdiskusi mengenai apa yang akan kami lakukan diesok hari, setelah itu kami beristirahat untuk menyiapkan tenaga esok hari. Keesokan harinya sebelum beraktifitas kami sarapan terlebih dahulu dan menyiapkan segala kebutuhan yang akan digunakan di lapangan. Saat dilapangan kami menemukan kesulitan medan karena topografi terlalu curam dan itu tidak bisa dilewati karena terlalu banyak resiko. Dari kegiatan penelitian di petak 8A kami hanya menemukan tiga jenis mamalia yaitu Trachypithecus auratus, Muntiacus muntjak, Sus scrofa, Callosciurus notatus, Paradoxurus hermaphroditus. Setelah melakukan kegiatan penelitian di petak 8A kami berpindah ke Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang merupakan petak 10A dari Perhutani. Di petak tersebut kami menemukan Sus scrofa, Callosciurus notatus, Trachypithecus auratus, Nannosciurus melanotis, Callosciurus nigrovittatus, Ratufa bicolor. Selain itu, selama pengamatan lapangan dijumpai jenis mamalia lain dari ordo Chiroptera (Kelelawar), Rodentia (Tikus) dan salah satu spesies dari Famili Canidae (Anjing). Namun mamalia tersebut tidak dimasukkan ke dalam data karena tidak berhasil teridentifikasi spesiesnya karena perjumpaan yang terjadi merupakan perjumpaan tidak langsung, yaitu berupa feses dan jejak dari satwa tersebut. Dari satwa-satwa yang ditemukan terdapat beberapa jenis yang memiliki status Least concern, Vulnerable, Near threatened sehingga perlu dilakukan tindakan konservasi supaya keberadaan satwa tersebut tidak punah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar