Setelah
melakukan berbagai macam kegiatan, mulai dari pematerian hingga pengamatan
lapangan, akhirnya KP3 FORESTATION FKT UGM mengadakan Penelitian Bersama atau
biasa disebut PB. Kali ini PB dilakukan oleh berbagai elemen KP3 dari KP3
Primata, KP3 Burung, KP3 Herpetofauna, KP3 Wetland dan KP3 Ekowisata. Untuk KP3
Primata sendiri dibagi menjadi dua team, team pertama ada mba Tungga, Mas
Marcel, Mas Riza dan Saya ( Nabilla), sedangkan untuk team kedua ada Hilal,
Dewi, Mba Rina dan Mas Tafrican. PB kali ini dilakukan di Hutan Lindung Gunung
Ungaran. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 6 februari 2016 hingga 14 februari
2016. Penelitian Bersama dilakukan di dua tempat, yaitu petak 8A dan 10A. Untuk
8A berlokasi di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa
Tengah dan untuk lokasi 10A berada di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran,
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kedua hutan tersebut merupakan hutan lindung
yang kawasannya masuk ke dalam kawasan hutan Perhutani.
Pada penelitian bersama, dalam
melakukan pengambilan data digunakan teknik line
transect. Metode ini dilakukan dengan cara berjalan perlahan di sepanjang
jalur (line) yang sudah diletakkan di dalam petak yang termasuk hutan Lindung di
Gunung Ungaran. Terdapat 13 jalur pengamatan yang tersebar, 6 jalur pada petak
8A dan 7 jalur di petak 10 A. Jarak antar jalur sebesar 500 m dan panjang jalur
1 km. Namun pada kenyataannya dikarenakan medan dan topografi yang tidak sesuai
dengan harapan maka kami memutuskan untuk mengubah teknik yang kami gunakan
menjadi teknik recewalk.
Pada hari pertama, kami melakukan
survei lapangan pada pukul 5 hingga matahari terbenam. Saat survei kami
menemukan seekor lutung jawa atau Trachypithecus auratus. Setelah itu kami
kembali ke camp yaitu barak tentara yang berada pada Desa Kemawi. setelah
sampai camp kami berdiskusi mengenai apa yang akan kami lakukan diesok hari,
setelah itu kami beristirahat untuk menyiapkan tenaga esok hari. Keesokan
harinya sebelum beraktifitas kami sarapan terlebih dahulu dan menyiapkan segala
kebutuhan yang akan digunakan di lapangan. Saat dilapangan kami menemukan
kesulitan medan karena topografi terlalu curam dan itu tidak bisa dilewati
karena terlalu banyak resiko. Dari kegiatan penelitian di petak 8A kami hanya
menemukan tiga jenis mamalia yaitu Trachypithecus auratus, Muntiacus muntjak,
Sus scrofa,
Callosciurus notatus,
Paradoxurus
hermaphroditus. Setelah melakukan kegiatan penelitian di
petak 8A kami berpindah ke Desa Kalisidi, Kecamatan
Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang merupakan petak 10A dari Perhutani.
Di petak tersebut kami menemukan Sus scrofa, Callosciurus notatus,
Trachypithecus auratus,
Nannosciurus melanotis, Callosciurus
nigrovittatus, Ratufa bicolor. Selain
itu, selama pengamatan lapangan dijumpai jenis mamalia lain dari ordo
Chiroptera (Kelelawar), Rodentia (Tikus) dan salah satu spesies dari Famili
Canidae (Anjing). Namun mamalia tersebut tidak dimasukkan ke dalam data karena
tidak berhasil teridentifikasi spesiesnya karena perjumpaan yang terjadi
merupakan perjumpaan tidak langsung, yaitu berupa feses dan jejak dari satwa
tersebut. Dari satwa-satwa yang ditemukan terdapat
beberapa jenis yang memiliki status Least
concern, Vulnerable,
Near threatened sehingga perlu
dilakukan tindakan konservasi supaya keberadaan satwa tersebut tidak punah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar